Kisah Kereta Api

Salah satu cerita yang sangat saya sukai dan sering saya bagikan ke orang lain untuk sekedar memberikan gambaran tentang mengambil keputusan dan apa yang dimaksud dengan berpikir panjang, adalah kisah sebuah kereta api.

Misalkan, ada sebuah kereta api yang sedang melaju. Pada saat yang sama ada sekitar 20 anak yang sedang bermain di rel dimana kereta api tersebut akan melintas. Entah bagaimana, sang masinis kereta api tidak menghentikan atau pun memperlambat laju kereta, sehingga kalau dibiarkan maka kereta akan menabarak 20 orang anak tersebut dan mereka semua dipastikan tidak ada yang selamat. Untuk memperingatkan 20 orang anak itu supaya menjauh dari rel kereta juga sudah tidak bisa.

Kebetulan anda ada didekat tuas pemindah jalur kereta, pilihan anda sekarang adalah membiarkan kereta api melaju dijalur semula dan menabrak ke 20 orang anak itu, atau membelokkan kereta ke jalur yang sudah tidak terpakai, namun disana ternyata ada 2 orang anak yang juga sedang bermain dan akan jadi korban apabila kereta berpindah ke jalur sana.

Apa yang menjadi pilihan anda?

Membiarkan kereta melaju dijalur semula atau membelokkan kereta ke jalur yang tidak terpakai?

Saya tidak akan memperdebatkan dan mendikte mana keputusan yang paling benar, tetapi saya akan menjabarkan kenapa cerita diatas benar-benar menarik buat saya.

Berdasarkan pengalaman saya bercerita kisah ini ke banyak orang, biasanya reaksi mereka adalah memilih pilihan yang ke-2, yaitu membelokkan kereta api ke jalur yang tidak terpakai dan mengorbankan 2 orang anak di jalur itu, supaya 20 orang anak dijalur lainnya bisa selamat.

Keputusan yang cukup masuk akal, tetapi apakah tepat?

Lintasan yang tidak terpakai tentu ada alasannya, mungkin lintasan itu rusak. Apabila kereta dibiarkan melaju ke lintasan yang rusak dan tergelincir keluar jalur, kebetulan kereta itu kereta penumpang dengan kondisi semua gerbong nya penuh sesak dengan penumpang, berapa puluh atau berapa ratus orang yang akan jadi korban?

Beberapa orang biasanya langsung protes kepada saya, kenapa kok tidak diberitahu kalo jalur yang tidak terpakai itu rusak dan kereta nya berisi banyak orang?

Cerita semakin jadi menarik, karena itu lah yang terjadi dalam kehidupan, banyak keputusan yang kita ambil dengan informasi yang tidak lengkap dan sesungguhnya mungkin tidak akan ada informasi super lengkap. Tapi kita tetap harus mengambil keputusan dan menanggung konsekuensinya.

Penjabaran selanjutnya, 2 orang anak yang bermain dijalur yang tidak terpakai, sebenarnya adalah anak yang bisa dibilang baik dan taat aturan, mereka bermain ditempat yang memang tidak seharusnya dilalui kereta. 20 orang anak yang bermain dilintasan asal kereta, justru merupakan para pelanggar aturan, karena sudah jelas disitu tempat lewat kereta, kenapa mereka malah memilih bermain disana? Sama dengan kehidupan, kita kadang melihat orang-orang yang taat aturan justru dikorbankan, hanya karena mereka minoritas. Pengambil putusan sering terjebak dalam mengambil putusan yang populer dan memuaskan mayoritas, tanpa peduli lagi tentang apa yang benar.

Tetapi apakah membiarkan kereta api melaju dijalur semula dan menewaskan 20 orang anak adalah keputusan yang lebih tepat? Belum tentu, karena kalau setelah menabrak 20 orang anak itu, kasus diselidiki di pengadilan, dan kita dianggap ceroboh tidak mencegah korban yang lebih banyak dengan tidak membelokkan kereta ke jalur yang tidak terpakai, padahal jalur yang tidak terpakai itu ternyata cukup panjang sehingga masinis mungkin masih punya kesempatan untuk mengerem begitu sadar ada perubahan jalur dan 2 orang anak yang sedang bermain di lintasan yang tidak terpakai karena cuma main berdua, mereka dengan  mudah bisa mendengar dan menyadari ada kereta lewat dan sempat menjauh dari rel sehingga juga selamat.

Seberapa detail anda bisa menduga tentang apa yang terjadi setelah sebuah keputusan anda ambil, itulah yang dimaksud dengan berpikir panjang. Dan semakin sering anda bisa dengan tepat menduga hasil akhir dari keputusan anda, maka anda akan dikenal sebagai orang yang berpikir panjang.

Sekali lagi informasi yang kita punya tidak sedetail itu pada saat mengambil keputusan. Itulah yang terjadi dalam kehidupan dan itulah yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang apa itu berpikir panjang.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tagged , , , , , ,

Dokter Paru-paru di Surabaya

Dokter Paru-paru (Pulmonologi) di Surabaya

  1. dr. Santoso Sp.P.
    Jl. Ciliwung No. 22 Surabaya
    Telpon : 031-5677562

Hari Senin – Jumat, Pk. 06.30 – 11.00 WIB, Pk. 17.00 – 20.00 WIB

Hari Sabtu, Pk. 06.30 – 09.30 WIB

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Tagged , , , , ,

Dokter Andrologi di Surabaya

Dokter Andrologi di Surabaya

1 . dr. Susanto Suryaatmadja MS. Sp.And.
Jl. Raya Kertajaya 155/II
Telp 031-5027175

Senin-Kamis praktek di Rumah Sakit Adi Husada,
JL. Undaan Wetan, pukul 16.30-18.30

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Tagged , , , ,

Dokter Kandungan di Surabaya

Dokter Kandungan (Spesialis Obstetri & Ginekologi) di Surabaya

  1. dr. Supratiknyo Sp.OG
    Jl. Kertajaya Indah Tengah 27
    Tel : 031 5965054 – 031 5965057

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Tagged , , , ,